Linux
L i
n u x
merupakan sebuah sistem operasi yang berkemampuan multi user dan multi tasking
yang bersifat bebas.
adapun lisensi yang dimiliki linux adalah GNU GPL, dalam artian setiap perangkat lunak yang memiliki lisensi GNU GPL akan menjamin 3 kebebasan bagi para penggunanya yaitu antara lain:
adapun lisensi yang dimiliki linux adalah GNU GPL, dalam artian setiap perangkat lunak yang memiliki lisensi GNU GPL akan menjamin 3 kebebasan bagi para penggunanya yaitu antara lain:
- adanya kebeasan untuk
menjalankan perangkat lunak tersebut dengan tujuan apapun.
- adanya kebebasan untuk mengubah
perangkat luak tersebut agar sesuai dengan kebutuhan dengen
mengharuskan prasyarat tersedianya source code peranngkat lunak
tersebut.
- adanya kebeasan untuk
mendistribusikan salinannya, baik secara gratis maupun dengan
biaya.
Dalam
pengembangannya GNU linux dikembangkan secara terpisah misalnya:
- kernel linux oleh LINUX BENEDICT TOLVALDS pada tahun 1991
- standar formatter (text) oleh DONAL KNUTH
- x window oleh BOB SCHEFLER
- dan sebagainya...
Pada
dasarnya GNU linux adalah sebuah kernel , paket lain melengkapinya seperti:
- aplikasi
- compiler
- window manager
- redhat paket manager
- dan sebagainya
GNU
linux mewarisi sifat-sifat yang menyerupai UNIX seperti:
- multiuser
- multitasking
- line/text commond based
- secure
- ready for network
- development tool support
Cara Menginstal Linux
2. Ubah first boot device
pada BIOS menjadi CD-ROM.
3. Tekan enter untuk
masuk ke boot Debian.
4. Lalu pilih bahasa yang akan
digunakan, kita pilih yang Indonesia, lalu enter.
6. Setelah itu tunggu proses
deteksi hardware untuk penggerak CD-ROM.
7. Selanjutnya muncul deteksi
hardware jaringan, kita pilih yang tanpa kartu Ethernet,
enter.
8. Setelah itu akan muncul
mengkonfigurasi jaringan, lalu pilih teruskan,kemudian pilih untuk
melanjutkan proses instalasi
1. 9.Setelah itu isi nama
host untuk sistem ini, contohnya latief, lalu pilih teruskan dan enter
untuk melanjutkan.
9. Setelah itu tunggu proses
untuk memulai program pemartisi harddisk.
10. Selanjutnya muncul partisi
harddisk, kita pilih terpadu gunakan seluruh harddisk, lalu enter.
11. Selanjutnya muncul pilih
harddisk yang akan dipartisi, lalu enter.
12. Muncul pola partisi, pilih yang
pertama, lalu enter.
13. Setelah itu muncul panduan
tentang proses partisi pilih yang kedua, lalu enter untuk
melanjutkan.
14. Selanjutnya tuliskan
perubahan yang terjadi pada harddisk, kita pilih ya, lalu enter
untuk melanjutkan.
15. Setelah itu muncul
mengkonfigurasi zona waktu, pilih zona waktu yang sesuai dengan zona waktu
anda, lalu enter untuk melanjutkan.
16. Selanjutnya membuat
password untuk root, kita tulis sesuai yang kita inginkan, lalu pilih teruskan,
lalu tekan enter untuk melanjutkan.
17. Selanjutnya tulis ulang
kembali password yang barusan anda buat untuk mengkonfirmasi kebenaran password
tersebut, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.
18. Setelah itu tulis nama
lengkap dari pengguna, contohnya latief lalu pilih teruskan dan enter
untuk melanjutkan.
19. Selanjutnya tulis nama
untuk akun anda, contohnya latief lalu pilih teruskan dan enter
untuk melanjutkan.
20. Setelah itu masukan
password untuk pengguna baru, lalu pilih teruskan dan enter untuk
melanjutkan.
21. Lalu masukan kembali
password untuk mengkonfrmasi kebenaran password, lalu pilihteruskandanenter
untuk melanjutkan.
22. Setelah itu tunggu proses
memasang sistem dasar.
23. Setelah itu muncul jendela gunakan
suatu jaringan cermin, kita pilih tidak, lalu enter untuk
melanjutkan.
24. Setelah itu muncul jendela
seperti gambar di bawah ini, kita pilih teruskan dan enter untuk
melanjutkan.
25. Setelah itu tunggu proses
memilih dan memasang perangkat lunak.
27. Selanjutnya memilih
perangkat lunak yang akan diinstall (sudah tertera), kita pilih teruskan,
lalu enter untuk melanjutkan.
28. Selanjutnya memilih
resolusi gambar (sudah tertera), kita pilih teruskan, lalu enter
untuk melanjutkan.
29. Selanjutnya tunggu proses
memasang boot loader GRUB.
30. Selanjutnya memasang boot
loader GRUB, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.
31. Setelah itu instalasi
selesai, kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.
32. Setelah proses instalasi
selesai, nanti akan muncul tampilan nama pengguna, lalu kita masukan
nama pengguna seperti yang kita buat pada saat proses instalasi
(latief), lalu enter untuk melanjutkan.
33. Selanjutnya kita akan
diminta untuk memasukan password, kita masukan password sesuai yang kita
buat pada saat proses instalasi, lalu enter untuk melanjutkan.
34. Setelah proses instalasi
yang begitu lama akhirnya instalasi Debian selesai juga dan Debian siap
digunakan oleh anda
.
·
Kelebihan Linux
1
1.
Linux
merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan,
tidak
terdapat biaya membeli lisensi membeli atau
menggunakan Linux.
2.
Linux
mudah digunakan,hampir semudah menggunakan Windows.
3
3.
Melindungi
Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.
4
4.
Linux
relatif stabil, Linux merupakan varian dari UNIX, yang juga mewarisi
kestabilannya. Jarang ditemui, komputer yang
tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del
atau Restart untuk mengakhiri
kejadian tersebut.
5
5. Linux mempunyai
pasar server dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa
pasar server dunia yang
menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai
25,7
% (dapat dibaca di
eweek.com).
6
6.
Linux
mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik
(better backward-compatibilty).
Saat ini ada tujuh
distribusi Linux paling terkenal, yaitu :
1. RedHat Linux, distributor
paling populer di AS dan salah satu yang paling mudah
digunakan.
digunakan.
2. Mandrake Linux,
distributor yang menambahkan update dan patch untuk RedHatLinux.
3. Caldera Open Linux,
distibrusi Linux dengan instalasi dan lingkungan penggunaberbasis grafis yang
bagus.
4. Suse Linux, distribusi
Linux paling populer di Eropa yang juga menyediakanperangkat instalasi dan
panduan berbahasa Indonesia.
5. Slackware Linux.
6. Debian GNU/Linux.
7.
TurboLinux, distribusi Linux paling populer di Asia yang menyediakan
dukunganuntuk set karakter khusus Asia.
Kemampuan LINUX
1. Multiuser
2. Multiprocessor
3. Multitasking, memungkinkannya program-program berjalan bersamaan (background)
4. MultiThreading, dapat menciptakan subproses dengan cara efisien
5. Pembelokkan I/O, Pipe dan Filter
6. Local dan Network File System
7. Security, login dengan password, ownership, group
8. X-Window System
9. Linux System Administrator
2. Multiprocessor
3. Multitasking, memungkinkannya program-program berjalan bersamaan (background)
4. MultiThreading, dapat menciptakan subproses dengan cara efisien
5. Pembelokkan I/O, Pipe dan Filter
6. Local dan Network File System
7. Security, login dengan password, ownership, group
8. X-Window System
9. Linux System Administrator
Susunan Direktori Linux
^^^Seperti
yang sudah dijelaskan sebelumnya,Linux menggunakan file system
dimana directory akan tersusun ke dalam hirarkis tunggal berbeda dengan struktur yang ada “windows” yang susunan directorynya ditentukan dengan kondisi partisi dlama harddisk. Bentuk drive di windows merupakan representasi dari partisi dimana huruf C diberikan untuk partisi pertama di harddisk pertama.
dimana directory akan tersusun ke dalam hirarkis tunggal berbeda dengan struktur yang ada “windows” yang susunan directorynya ditentukan dengan kondisi partisi dlama harddisk. Bentuk drive di windows merupakan representasi dari partisi dimana huruf C diberikan untuk partisi pertama di harddisk pertama.
^^^Linux
tidak mengenal konsep drive,berbagai macam partisi dapat di mount kedalam
direktori yang berada di dalam struktur direktori linux.
^^^Pada
Windows, untuk menunjukkan lokasi sebuah file, kita menuliskannya
seperti berikiut ini
D:\Folder\tempat\menyimpan\file.txt
^^^Di lingkungan Linux, untuk menunjukkan sebuah lokasi file, adalah seperti berikut;
/Folder/tempat/menyimpan/file.txt
seperti berikiut ini
D:\Folder\tempat\menyimpan\file.txt
^^^Di lingkungan Linux, untuk menunjukkan sebuah lokasi file, adalah seperti berikut;
/Folder/tempat/menyimpan/file.txt
^^^Dari
kedua perbedaan diatas, kita dapat mudah melihat perbedaan penggunaan slash di
pada Linux versus backslashes di Windows. Danjuga tidak adanya nama drive (C:,
D:, E: dll).
^^^Pada saat komputer booting, 'partisi root' akan di mount di / dan seluruh file, direktori dan device akan di mount dibawah /.
^^^Pada saat komputer booting, 'partisi root' akan di mount di / dan seluruh file, direktori dan device akan di mount dibawah /.
^^^Perlu
juga diingat bahwa penamaan file dan direktori di Linux adalah case-sensitive,
yaitu huruf besar dan huruf kecil merupakan karakter yang
berbeda. /Folder/tempat/file.txt beda dengan /folder/Tempat/file.TXT
berbeda. /Folder/tempat/file.txt beda dengan /folder/Tempat/file.TXT
^^^Struktur
direktori Linux mengikuti standart “Filesystem Hierarchy Structure (FHS)” yang
di pegang oleh Free Standart Group walaupun kebanyakan distribusi memodifikasi
standart tersebut.
/ (root)
Struktur direktori di Linux secara umum diawali dengan root filesystem “/” dan tentu juga merupakan root atau akar dari seluruh direktori global.
Struktur direktori di Linux secara umum diawali dengan root filesystem “/” dan tentu juga merupakan root atau akar dari seluruh direktori global.
Partisi di letakkan pada /
(root system) akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok.
/boot
Direktori boot tesimpan file-file boot loader diantaranya grub atau lilo. Kernel, initrd dan system juga terletak didalam /boot. Jika system yang digunakan menggunakan partisi LVM ataupun partisi dalam jaringan, maka ada baiknya dibuatkan partisi kecil tersendiri untuk meletakkan /boot di harddisk dengan filesystem konvensional /boot ini.
Linux System Administrator sangat jarang sekali berubah isinya, kecuali memang kita sering bermain-maindengan kernel.
/sys
Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'system'.
/sbin
Berisi file-file biner yang esensinya untuk sistem dan mengendalikan sistem.File-file biner atau bisa dianggap aplikasi sistem ini jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan
dari 'super binary'
/bin
Berisi file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'binary'
/lib
Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binari yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam librari yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap
kependekan dari 'library'
/dev
Merupakan pseudo filesystem, atau directory yang isinya sebenarnya bukan benar-benar berisi file. Isi dari /dev ini berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam
harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya. Untuk memudahkan mengingat,
direktori ini dianggap kependekan dari 'device'
/etc
Direktori /etc berisi file-file konfigurasi sistem. Mayoritas aplikasi dan layanan konfigurasinya tersimpan di direktori /etc termasuk diantaranya /etc/hosts,/etc/resolv.conf dan lain sebagainya. Di direktori /etc/init.tersimpan konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.
/home
Semua direktori home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masingmasing sebagai pengelompokannya. Untuk beberapa sistem linux yang di spesifikasikan untuk server, direktori pengguna masih dikelompokkan lagi kedalam /home/users. Didalam direktori /home/nama-user tersimpan konfigurasi-konfigurasi yang spesifik
terhadap user tersebut. Oleh karena itu, berbeda user, walaupun beradadi sistem yang sama bisa mendapat lingkungan dan tampilan yang sama sekali berbeda.
(root system) akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok.
/boot
Direktori boot tesimpan file-file boot loader diantaranya grub atau lilo. Kernel, initrd dan system juga terletak didalam /boot. Jika system yang digunakan menggunakan partisi LVM ataupun partisi dalam jaringan, maka ada baiknya dibuatkan partisi kecil tersendiri untuk meletakkan /boot di harddisk dengan filesystem konvensional /boot ini.
Linux System Administrator sangat jarang sekali berubah isinya, kecuali memang kita sering bermain-maindengan kernel.
/sys
Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'system'.
/sbin
Berisi file-file biner yang esensinya untuk sistem dan mengendalikan sistem.File-file biner atau bisa dianggap aplikasi sistem ini jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan
dari 'super binary'
/bin
Berisi file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'binary'
/lib
Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binari yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam librari yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap
kependekan dari 'library'
/dev
Merupakan pseudo filesystem, atau directory yang isinya sebenarnya bukan benar-benar berisi file. Isi dari /dev ini berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam
harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya. Untuk memudahkan mengingat,
direktori ini dianggap kependekan dari 'device'
/etc
Direktori /etc berisi file-file konfigurasi sistem. Mayoritas aplikasi dan layanan konfigurasinya tersimpan di direktori /etc termasuk diantaranya /etc/hosts,/etc/resolv.conf dan lain sebagainya. Di direktori /etc/init.tersimpan konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.
/home
Semua direktori home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masingmasing sebagai pengelompokannya. Untuk beberapa sistem linux yang di spesifikasikan untuk server, direktori pengguna masih dikelompokkan lagi kedalam /home/users. Didalam direktori /home/nama-user tersimpan konfigurasi-konfigurasi yang spesifik
terhadap user tersebut. Oleh karena itu, berbeda user, walaupun beradadi sistem yang sama bisa mendapat lingkungan dan tampilan yang sama sekali berbeda.
Direktori /home merupakan direktori yang paling 'dekat' dengan user. Direktori
/home ini bisa berisi dari dokumen-dokumen pekerjaan user hingga file-file
hiburan seperti mp3 dan film juga termasuk foto-foto yang dimiliki oleh user.
Oleh karena itu, untuk membatasi agar filefile di pengguna tidak mendesak
file-file system, sangat umum untuk meletakkan direktori /home di partisi yang
terpisah. Hal ini dapat menahan file-file yang disimpan user hingga total ukuran
tertentu tanpa mengganggu ruang gerak system.
/media
Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini. Pada distro-distro modern, sudah memberikan fasilitas untuk menampilkan devicedevice yang dimount ke depan Desktop. Sehingga pengguna tidak perlu susah dan repot menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direkto
Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini. Pada distro-distro modern, sudah memberikan fasilitas untuk menampilkan devicedevice yang dimount ke depan Desktop. Sehingga pengguna tidak perlu susah dan repot menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direkto
/mnt
Pada Linux yang masih umum menggunakan kernel 2.4.x. Untuk tempat mengumpulkan mount point berada di /mnt. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point pada saat system rescue atau troubleshooting. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'mount'
/opt
Direktori /opt saat ini jarang digunakan. Beberapa paket software terpisah menggunakan direktori untuk menyimpan paket yang menuju ke lokasi manapun. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'optional'
/usr
Sebuah sub-hirarki dari root filesistem di simpan didalam /usr. Didalam /usr tersimpan aplikasi dan utiliti yang spesifik dengan user. Jika kita melihat kedalam direktori /usr maka kita juga akan menemukan direktori yang mirip dengan di /yaitu bin, sbin dan lib. Hanya saja, aplikasi dan librari yang terletak /usr tidak terlalu kritikal untuk sistem. Untuk istilah mudahnya, /usr merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang bukan official dari distro. Misalkan menginstall melalui tar-ball, atau paket yang dibuat sendiri. Jika pengguna termasuk orang yang sering menambah-nambah aplikasi sendiri diluar bawaan paket yang disediakan untuk distro itu, maka direktori /usr sudah dipastikan akan cepat sekali membengkak. Ada baiknya untuk sistem yang penggunanya
seperti itu, /usr di berikan partisi sendiri. Untuk aplikasi yang bisa langsung dijalankan, sistem linux akan membaca secara bersamaan yang ada di /bin dan di /usr/bin begitu juga untuk /sbin dan /usr/sbin. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'user'
/usr/share
Merupakan tempat didalam /usr yang digunakan untuk menyimpan data-data yang bisadibagikan dan tidak terikat dengan platform. Misalnya seperti wallpaper yang bisa dan boleh digunakan oleh semua user akan diletakkan didalam /usr/share. Lalu ada juga fonts, dan sound theme yang berkaitan dengan tampilan.
/usr/doc
Merupakan tempat untuk menyimpan dokumentasi dan catatan yang berkaitan dengan aplikasi. Apabila aplikasi third-party yang digunakan merupakan aplikasi yang dikembangkan dengan baik, maka tentunya juga menyediakan file dokumentasi yang dapat dibaca di dalam /usr/doc
/usr/src
Merupakan tempat untuk menyimpan source code dari aplikasi sistem. Yang paling umum tersimpan disini adalah source code dari kernel linux. Source code ini sangat bermanfaat untuk melakukan kompilasi ulang atau melakukan optimasi di tingkat kernel dengan dasar kernel sebelumnya.
/usr/include
Di direktori /usr/include tersimpan file-file header dari compiler C. File header ini mendefinisikan struktur dan konstanta yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi yang standart. Direktori didalam /usr/include tersimpan header untuk compiler C++.
/usr/X11R6
Menyimpan sistem X-Window dan hal-hal yang berkaitan dengan X-Window. Subdirectories dibawah /usr/X11R6 tersimpan binari X itu sendiri dan juga dokumentasi, file header, config. icon. sounf, dan sebagainya yang berkaitan dengan grafis.
/usr/local
DI disini tersimpan aplikasi yang terinstall dan file yang yang digunakan di local machine. Jika komputer yang digunakan merupakan bagian dari sebuah jaringan besar, terus direktori /usr lokasi fisiknya terletak di komputer yang berbeda dan dibagikan kedalam jaringan untuk di mount kedalam /usr. Pada jaringan seperti ini, direktori /usr/local akan berisi barang-barang yang hendaknya tidak digunakan di banyak mesin
dan hanya di gunakan di local machine saja. Karena kebanyakan komputer tidakmemanfaatkan bentuk jaringan seperti yang disebutkan tadi, bukan berarti /usr/localmenjadi tidak berguna. Jika kita menemukan aplikasi yang menarik dan secara officialtidak tersedia dan bukan bagian dari distro yang digunakan, hendaknya kitamenginstallnya kedalam /usr/local. Sebagai contoh, jika aplikasi tambahan yang umum
akan tersimpan kedalam /usr/bin, maka aplikasi tambahan yang sifatnya lebih custom hendaknya di simpan di /usr/local/bin. Dengan cara ini maka dapat menghindarkankebingungan dalam jenis aplikasi yang tersedia dan menjaga sistem tetap bersih dan rapi.
/root
Merupakan direktori home-nya superuser (root). Harap jangan bingung dengan direktori root (/). Walaupun cara menyebutnya sama, tapi sama sekali berfungsi sangat berbeda.
/var
Direktori /var merupakan direktori yang isinya sangat dinamis. Jika digunakan didalam server. Sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisahdikarenan direktor /var dapat membengkak dengan sangat cepat. Selain itu juga, dengan direktori /var dibuat partisinya sendiri atau secara fisik ditentukan lokasinya, maka dapat mencegah internal fragmentasi, dan proses pencarian file tidak terlalu jauh, hanya seputar cylinder itu-itu saja. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'variative'
/var/log
Merupakan direktori untuk menyimpan berbagai macam log atau catatan yang berkaitan dengan sistem. Isi dari /var/log ini terus terupdate selama sistem berjalan. Oleh karena itu, /var/log merupakan alasan dan penyebab utama direktori /var dapat membengkak dengan gila-gilaan. Walaupun di linux sendiri tersendiri tersedia aplikasi logrotate untuk
meredam percepatan pembengkakan direktori /var, tapi tetap juga jika tidak disiapkan ruang tersendiri, ukuran log ini dapat menghantam ruang kosong di sistem. Direktori /var/log ini hendaknya menjadi tempat pertama kita lari apabila di sistem terjadikeanehan. System log linux baik kok, keanehan pun akan di tuliskan dengan gambling kedalam log. Misalkan pada webserver, /var/log/httpd/access.log akan mencatat siapa
saja yang mengakses web yang terpasang dan menuju ke mana. Apabila banyak sekali yang mengunjungi web itu, maka file /var/log/httpd/access.log pun akan terupdate dengan kecepatan luar biasa yang susah untuk diikuti oleh pandangan manusia biasa. Misalkan juga /var/log/syslog, disana tersimpan log yang berkaitan dengan system. Misalkan kitacolokkan flash disk, maka dengan mengamati /var/log/syslog kita bisa mengetahui apakah sistem bisa mengenali flashdisk itu dan melakukan auto mount, atau memberikan pesan yang lain. Dari /var/log/syslog juga misalnya kita bisa melihat apakan rule crontab
yang kita buat berjalan sesuai waktunya atau tidak. Semakin banyak kejadian baik yang buruk atau yang baik terjadi di system, maka /var/log pun akan semakin membengkak.
/var/mail
Merupakan direktori untuk menyimpan email masuk dan keluar. Direktori /var/mail ini akan sangat terasa fungsinya jika kita membuat mail server menggunakan postfix, send mail atau qmail. Sebenarnya tanpa menggunakan mailserver itu, kita juga dapat mengirim email, hanya saja terbatas hanya dalam lingkup mesin kita dan user yang terdapat didalamnya. Apabila mesin yang kita gunakan hanya kita sendiri usernya, tentu saja tidak seru, maka perlu dibuatkan mail server yang sesungguhnya agar aktivitas kirim-mengirim email dapat seheboh dengan mail.yahoo.com ataupun mail.ugm.ac.id.
Direktori /var/mail merupakan penyebab kedua yang membuat direktori /var dapat membengkak tidak karuan. Aktivitas dan lalulintas saling kirim email yang tinggi, ditambah lagi dengan attachment yang tidak masuk akal ukurannya, menyebabkan /var/mail bertanggung jawab penuh atas membengkaknya /var. Dengan di berikannya direktori /var sebuah partisi tersendiri, maka apabila direktori /var mentok ke total ukuran partisi, 'hanya' menyebabkan mailserver-nya macet. tapi sistem linux itu sendiri masih bisa berjalan dengan nyaman untuk mengatasi 'kekacauan' di /var. Ada juga cara agar direktori /var tidak segera penuh, dengan menerpakan quota di mail server
/var/run
Di direktori ini tersimpan PID (Process ID) dari layanan-layanan yang berjalan. PID yang tercatat didalam /var/run ini nantinya akan digunakan oleh script didalam /etc/init.d/* untuk mengendalikan layanan yang tersedia di linux.
/proc
Direktori /proc juga merupakan pseudo filesystem yang mirip dengan /dev. Bedanya, /proc ini murni hanya berkaitan dengan sistem dan tidak menyangkut pada device. Jika kita melakukan pengecekan ukuran penggunaan space, jangan terkceoh dengan direktori /proc yang tercatat menunjukkan memakan space sangat besar. Segala macam space yang tertulis disitu sama sekali tidak terdapat di dalam media penyimpanan harddisk. Jadi direktori /proc sebenarnya tidak ada samasekali. Isi dari /proc ini adalah infomasi dari sistem, tetapi jika kita mengubah isi informasi dari beberapa file /proc juga dapat mengubah sifat jalannya sistem. Jangan takut apabila sistem berubah menjadi aneh tatkala kita mengubah isi /proc. Selama pengubahan isi hanya menggunakan echo, maka
dengan merestart system, maka isi /proc pun akan langsung kembali ke semula. Misalkan kita ingin melakukan forwarding network, maka informasi pada
/proc/sys/net/ipv4/ip_forward yang semula berisi 0 tinggal di ubah menjadi 1. Misalkan kita melihat informasi processor, maka kita dapat melihat dalam /proc/cpuinfo. Tapi jangan harap dengan mengedit /proc/cpuinfo maka kita akan mendapat cpu yang bekerja dengan clock cycle yang lebih menakjubkan.
/tmp
Merupakan file sistem yang menyimpan file-file sementara. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot. Direktori /tmp memiliki mode yang sangat terbuka sehingga mudah untuk ditulisi oleh siapa saja. Didalam /var/tmp juga digunakan sebagai penyimpanan file-file sementara, bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'temporary'.
/lost+found
Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berasil di recover saat sistem crash.
Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita sapat menemukan file yang hilang.
Shell Prompt
Shell berfungsi sebagai command interpreter, yaitu menterjemahkan perintah yang diberikan dari prompt dan juga dapat digunakan sebagai bahasa pemrograman, yaitu melaksanakan sekumpulan perintah yang dibaca dari suatu file. Sebagian pengguna Linux masih banyak yang menyukai bekerja di lingkungan shell prompt dikarenakan lebih cepat dibandingkan bekerja di lingkungan grafis (GUI).
Shell Bash
Shell default di sistem Linux adalah bash yang merupakan singkatan dari Bourne
Again Shell. Prompt untuk shell bash ditandai dengan simbol $. Shell bash
menggabungkan fitur-fitur dari shell yang ada di sistem Unix yaitu sh, csh dan ksh.
Fitur-fitur yang dipunyai oleh shell bash diantaranya adalah :
1.alias
alias biasanya digunakan untuk menyingkat suatu perintah yang panjang. Sintaks : alias nama_alias=perintah
Contoh :
$alias cls=clear
$alias ls="ls -l"
2. history
Anda dapat menampilkan kembali perintah-perintah yang sudah diketikkan dari
prompt dengan cara menekan tombol panah atas atau tombol panah bawah.
3. command line editing
Apabila anda salah mengetikkan suatu perintah maka perintah tersebut masih dapat diedit dengan menggunakan tombol panah kiri atau tombol panah kanan.
4. command line completion
Fungsi ini berguna untuk mempermudah pengetikan perintah yang panjang. Caranya dengan menekan tombol [TAB] pada saat mengetikkan perintah.
File startup adalah file-file yang akan dieksekusi ketika shell bash dijalankan. File-file itu adalah:
/etc/profile :
File ini akan dieksekusi pada urutan pertama. Isinya sebagian besar berisi
pendefenisian variabel lingkungan yang berlaku global untuk seluruh
sistem.
~/.bash_profile :
File ini berada di direktori home user. Fungsinya sama dengan file
/etc/profile tetapi hanya berlaku untuk user yang bersangkutan.
~/.bashrc :
File ini berada di direktori home user. Isinya berupa pendefenisian alias dan fungsi.
~/.bash_logout :
File ini berada pada direktori home user. Isi file ini akan dieksekusi pada
saat keluar (logout) dari shell.
Merupakan direktori home-nya superuser (root). Harap jangan bingung dengan direktori root (/). Walaupun cara menyebutnya sama, tapi sama sekali berfungsi sangat berbeda.
/var
Direktori /var merupakan direktori yang isinya sangat dinamis. Jika digunakan didalam server. Sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisahdikarenan direktor /var dapat membengkak dengan sangat cepat. Selain itu juga, dengan direktori /var dibuat partisinya sendiri atau secara fisik ditentukan lokasinya, maka dapat mencegah internal fragmentasi, dan proses pencarian file tidak terlalu jauh, hanya seputar cylinder itu-itu saja. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'variative'
/var/log
Merupakan direktori untuk menyimpan berbagai macam log atau catatan yang berkaitan dengan sistem. Isi dari /var/log ini terus terupdate selama sistem berjalan. Oleh karena itu, /var/log merupakan alasan dan penyebab utama direktori /var dapat membengkak dengan gila-gilaan. Walaupun di linux sendiri tersendiri tersedia aplikasi logrotate untuk
meredam percepatan pembengkakan direktori /var, tapi tetap juga jika tidak disiapkan ruang tersendiri, ukuran log ini dapat menghantam ruang kosong di sistem. Direktori /var/log ini hendaknya menjadi tempat pertama kita lari apabila di sistem terjadikeanehan. System log linux baik kok, keanehan pun akan di tuliskan dengan gambling kedalam log. Misalkan pada webserver, /var/log/httpd/access.log akan mencatat siapa
saja yang mengakses web yang terpasang dan menuju ke mana. Apabila banyak sekali yang mengunjungi web itu, maka file /var/log/httpd/access.log pun akan terupdate dengan kecepatan luar biasa yang susah untuk diikuti oleh pandangan manusia biasa. Misalkan juga /var/log/syslog, disana tersimpan log yang berkaitan dengan system. Misalkan kitacolokkan flash disk, maka dengan mengamati /var/log/syslog kita bisa mengetahui apakah sistem bisa mengenali flashdisk itu dan melakukan auto mount, atau memberikan pesan yang lain. Dari /var/log/syslog juga misalnya kita bisa melihat apakan rule crontab
yang kita buat berjalan sesuai waktunya atau tidak. Semakin banyak kejadian baik yang buruk atau yang baik terjadi di system, maka /var/log pun akan semakin membengkak.
/var/mail
Merupakan direktori untuk menyimpan email masuk dan keluar. Direktori /var/mail ini akan sangat terasa fungsinya jika kita membuat mail server menggunakan postfix, send mail atau qmail. Sebenarnya tanpa menggunakan mailserver itu, kita juga dapat mengirim email, hanya saja terbatas hanya dalam lingkup mesin kita dan user yang terdapat didalamnya. Apabila mesin yang kita gunakan hanya kita sendiri usernya, tentu saja tidak seru, maka perlu dibuatkan mail server yang sesungguhnya agar aktivitas kirim-mengirim email dapat seheboh dengan mail.yahoo.com ataupun mail.ugm.ac.id.
Direktori /var/mail merupakan penyebab kedua yang membuat direktori /var dapat membengkak tidak karuan. Aktivitas dan lalulintas saling kirim email yang tinggi, ditambah lagi dengan attachment yang tidak masuk akal ukurannya, menyebabkan /var/mail bertanggung jawab penuh atas membengkaknya /var. Dengan di berikannya direktori /var sebuah partisi tersendiri, maka apabila direktori /var mentok ke total ukuran partisi, 'hanya' menyebabkan mailserver-nya macet. tapi sistem linux itu sendiri masih bisa berjalan dengan nyaman untuk mengatasi 'kekacauan' di /var. Ada juga cara agar direktori /var tidak segera penuh, dengan menerpakan quota di mail server
/var/run
Di direktori ini tersimpan PID (Process ID) dari layanan-layanan yang berjalan. PID yang tercatat didalam /var/run ini nantinya akan digunakan oleh script didalam /etc/init.d/* untuk mengendalikan layanan yang tersedia di linux.
/proc
Direktori /proc juga merupakan pseudo filesystem yang mirip dengan /dev. Bedanya, /proc ini murni hanya berkaitan dengan sistem dan tidak menyangkut pada device. Jika kita melakukan pengecekan ukuran penggunaan space, jangan terkceoh dengan direktori /proc yang tercatat menunjukkan memakan space sangat besar. Segala macam space yang tertulis disitu sama sekali tidak terdapat di dalam media penyimpanan harddisk. Jadi direktori /proc sebenarnya tidak ada samasekali. Isi dari /proc ini adalah infomasi dari sistem, tetapi jika kita mengubah isi informasi dari beberapa file /proc juga dapat mengubah sifat jalannya sistem. Jangan takut apabila sistem berubah menjadi aneh tatkala kita mengubah isi /proc. Selama pengubahan isi hanya menggunakan echo, maka
dengan merestart system, maka isi /proc pun akan langsung kembali ke semula. Misalkan kita ingin melakukan forwarding network, maka informasi pada
/proc/sys/net/ipv4/ip_forward yang semula berisi 0 tinggal di ubah menjadi 1. Misalkan kita melihat informasi processor, maka kita dapat melihat dalam /proc/cpuinfo. Tapi jangan harap dengan mengedit /proc/cpuinfo maka kita akan mendapat cpu yang bekerja dengan clock cycle yang lebih menakjubkan.
/tmp
Merupakan file sistem yang menyimpan file-file sementara. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot. Direktori /tmp memiliki mode yang sangat terbuka sehingga mudah untuk ditulisi oleh siapa saja. Didalam /var/tmp juga digunakan sebagai penyimpanan file-file sementara, bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari 'temporary'.
/lost+found
Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berasil di recover saat sistem crash.
Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita sapat menemukan file yang hilang.
Shell Prompt
Shell berfungsi sebagai command interpreter, yaitu menterjemahkan perintah yang diberikan dari prompt dan juga dapat digunakan sebagai bahasa pemrograman, yaitu melaksanakan sekumpulan perintah yang dibaca dari suatu file. Sebagian pengguna Linux masih banyak yang menyukai bekerja di lingkungan shell prompt dikarenakan lebih cepat dibandingkan bekerja di lingkungan grafis (GUI).
Shell Bash
Shell default di sistem Linux adalah bash yang merupakan singkatan dari Bourne
Again Shell. Prompt untuk shell bash ditandai dengan simbol $. Shell bash
menggabungkan fitur-fitur dari shell yang ada di sistem Unix yaitu sh, csh dan ksh.
Fitur-fitur yang dipunyai oleh shell bash diantaranya adalah :
1.alias
alias biasanya digunakan untuk menyingkat suatu perintah yang panjang. Sintaks : alias nama_alias=perintah
Contoh :
$alias cls=clear
$alias ls="ls -l"
2. history
Anda dapat menampilkan kembali perintah-perintah yang sudah diketikkan dari
prompt dengan cara menekan tombol panah atas atau tombol panah bawah.
3. command line editing
Apabila anda salah mengetikkan suatu perintah maka perintah tersebut masih dapat diedit dengan menggunakan tombol panah kiri atau tombol panah kanan.
4. command line completion
Fungsi ini berguna untuk mempermudah pengetikan perintah yang panjang. Caranya dengan menekan tombol [TAB] pada saat mengetikkan perintah.
File startup adalah file-file yang akan dieksekusi ketika shell bash dijalankan. File-file itu adalah:
/etc/profile :
File ini akan dieksekusi pada urutan pertama. Isinya sebagian besar berisi
pendefenisian variabel lingkungan yang berlaku global untuk seluruh
sistem.
~/.bash_profile :
File ini berada di direktori home user. Fungsinya sama dengan file
/etc/profile tetapi hanya berlaku untuk user yang bersangkutan.
~/.bashrc :
File ini berada di direktori home user. Isinya berupa pendefenisian alias dan fungsi.
~/.bash_logout :
File ini berada pada direktori home user. Isi file ini akan dieksekusi pada
saat keluar (logout) dari shell.
Sintaks Perintah secara umum yaitu:
perintah [-pilihan...] [argumen...]
Keterangan :
- antara perintah dan pilihan harus ada spasi.
- antara pilihandan argumen harus ada spasi.
- tanda kurung siku ([]) berarti bahwa pilihan dan argumen tidak harus selalu ada.
- tanda titik tiga (...) berarti bahwa pilihan dan argumen bisa lebih dari satu.
- setiap perintah di Linux membedakan huruf besar dan kecil (case sensitive).
- setiap pengetikan perintah selalu diakhiri dengan menekan tombol [Enter].
1. ls - list Fungsi : untuk menampilkan isi sebuah direktori.
Pilihan yang sering digunakan :
-a menampilkan seluruh isi direktori termasuk file yang hidden
-d menampilkan atribut direktori bukan isinya
-l menampilkan isi direktori lengkap dengan atributnya
-R menampilkan isi subdirektori
2. User dan Password Fungsi untuk membuat user baru dan memberikan password terhadap user tersebut
Catatan : Password yang anda ketikkan tidak akan ditampilkan pada layar.
$ ls
$ ls -l
$ ls -la
[root@localhost~]# adduser Nea-Budiarti
[root@localhost~]# passwd Nea-Budiarti
Changing password for Nea-Budiarti
(current) UNIX password:
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: all authentications tokens updated
successful
3. More Fungsi : sebagai pager, menampilkan output per layar
Navigasi tombol pada perintah more : [Enter] scroll down per baris Space Bar scroll down per layar q keluar dari more
$ ls -l /etc | less
4. Less Fungsi : sama dengan more
Navigasi tombol pada perintah less :
Panah Bawah scroll down per baris
Panah Atas scroll up per baris
[Enter] scroll down per baris
Space Bar scroll down per layar
q keluar dari less
$ ls -l /etc | less
5. man - manual page Fungsi : menampilkan dokumentasi atau manual suatu perintah
$ man ls
6. pwd - print working directory Fungsi : menampilkan posisi direktori kerja saat ini
$ pwd
/home/Nea-Budiarti
7. cd - change directory Fungsi : untuk melakukan pindah direktori
Catatan : Jika perintah cd dijalankan tanpa argumen, maka akan mengembalikan posisi direktori ke direktori home user $ ls -l /etc | more
$ ls -l /etc | less
$ man ls
$ pwd
/home/Nea-Budi
8. mkdir - make directory Fungsi : membuat direktori
$ mkdir data
9. cp - copy Fungsi : membuat salinan suatu file
$ cp latih coba
10. mv - move Fungsi :
1. merubah nama file (rename),
$ mv coba uji
2. memindahkan file ke direktori
$ mv latih data
Catatan : argumen kedua harus berupa suatu direktori
11. rm - remove Fungsi :
1. menghapus file,
$ rm uji
2. menghapus direktori
$ rm –r data
Tidak ada komentar:
Posting Komentar